08/11/08

Memulai dengan membuka pikiran

Buku Mastering Mathematics menawarkan beberapa strategi kepada mahasiswa matematika agar dapat memiliki pemikiran yang baik dalam hal memulai perkuliahan.

v Memulai dengan membuka pikiran

Sebelum memulai kuliah, kita sering mendengar komentar-komentar

yang negatif tentang matematika dari lingkungan sekitar, seperti

“ Saya tidak suka matematika “,

“ Saya tidak pernah mendapat nilai matematika yang baik, meskipun saya sudah menghabiskan banyak waktu unuk belajar “,

“ Saya tidak memiliki dasar matematematika yang bagus “,

dll.

Meskipun banyak komentar negatif mengenai matematika, kita sebagai mahasiswa matematika harus memiliki kepercayaan diri akan kemampuan untuk mempelajari matematika dengan baik. Hal ini dapat dilakukan dengan beberapa usaha berikut ini.

* Memotivasi diri sendiri

Keberhasilan dalam belajar matematika merupakan harapan dari setiap mahasiswa matematika. Jangan jadikan harapan tersebut menggantung tetapi berusahalah untuk mencapainya. Hal ini bisa menjadi motivasi yang menarik bagi kita untuk berjuang keras sehingga kita bisa berhasil dalam belajar matematika.

* Mengatasi kemampuan yang lemah dalam menguasai materi

Nilai yang rendah pada semester lalu tidak menunjukkan bahwa kita memiliki kemampuan yang lemah (low ability). Mahasiswa yang memiliki kemampuan menguasai materi yang lemah memiliki kesempatan yang sama seperti mahasiswa lain yang memiliki tingkat kemampuan yang tinggi. Kebanyakan orang berpikir bahwa mahasiswa yang memiliki tingkat kemampuan yang tinggi jauh lebih berhasil dari pada mahasiswa yang berkemampuan rendah.

Hubungan antara kemampuan yang dimiliki seorang mahasiswa terhadap tingkat prestasinya dapat diilustrasikan dalam gambar berikut ini.

Gambar 1. Hubungan antara kemampuan dan tingkat prestasi

Berdasarkan Gambar 1, mahasiswa C dengan tingkat kemampuan yang biasa-biasa saja, tetap memiliki kesempatan untuk berprestasi, begitu juga dengan mahasiswa B. Tetapi tingkat keberhasilan dari mahasiswa A, yang memiliki tingkat kemampuan rendah, jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan mahasiswa B dan C. Pada gambar tersebut ditunjukkan seberapa banyak perhatian yang diberikan oleh mahasiswa terhadap faktor-faktor yang bisa mempengaruhi keberhasilan. Mahasiswa A jauh lebih banyak menggunakan waktu untuk terus belajar ketimbang dua mahasiswa lain yang tidak memberi porsi yang cukup untuk hal itu. Dan dapat dilihat bahwa tingkat prestasi mahasiswa A lebih tinggi daripada mahasiswa B dan C. Berdasarkan pada grafik itu, segala kemungkina bisa saja terjadi asalkan kita mau berusaha.